Lucas bangun di pagi buta dan hari masih gelap. Karena hawa dingin yang sangat menusuk lucas bangun dengan menggigil. Api yang di buat nya semalam sudah padam, hanya tersisa arang sisa pembakaran kayu semalam.
Haruskah aku melawan naga itu? Ucap lucas membatin. Ia tergoda untuk tidak melakukan nya dan lari ke suatu tempat yang ia tak ada seorang pun dari kerajaannya tahu tempat itu. Tapi lucas pun tidak tau kemana tujuan nya jika ia kabur, dengan berat hati ia memutuskan untuk menghadapi bayi naga itu sendiri.
Setelah ia menyegarkan dirinya ia berangkat menelusuri hutan untuk pergi ke tempat bayi naga itu. Seperti biasa di jalan ia selalu di hadang oleh monster gunung. Sejauh ini ia selalu melawan monster yang cukup mudah jadi ia tidak terlalu takut dengan monster yang menghadang nya.
Tapi kali ini yang ia lawan adalah singa berkepala elang –griffin.
“Yang benar saja lawan ku adalah griffin” gerutu lucas pelan. Kemudian ia menghunus kedua pedang nya. ia tersenyum penuh tantangan. “Baiklah, kita mulai permainan ini”
Si griffin berlari dengan cepat dan menerjang lucas.
Untung nya lucas dapat menghindari terjangan dari singa kepala burung itu. “Kau boleh juga burung” ejek lucas.
Si griffin terlihat marah mendengar ejekan dari lucas kemudian ia berlari lagi dan berusaha mencakar lucas.
Tapi sayang, lucas cukup handal dalam membalikan serangan. Ia menunduk dan menusuk perut griffin dan perut nya tersobek.
“Ku pikir akan sulit melawan nya” ucap lucas. Kemudian ia mendekati griffin yang sekarat itu dan memenggal kepalanya. “Kepala ini sangat mahal harga nya” ucap lucas sambil tertawa pelan. Kemudian ia melanjutkan perjalanan nya menuju sarang naga yang ada bayi naga nya.
Jarak dari tempat nya melawan griffin ke sarang naga tidak terlalu jauh, ia harus sampai ke sarang naga itu sebelum menjelang malam. Karena jika hari sudah mulai malam naga dewasa nya akan datang dan ia tidak akan mungkin bisa membunuh bayi naga itu, bahkan sebelum ia sempat menggapai bayi nya ia sudah mati oleh naga dewasa.
Tidak lama kemudian lucas sampai di sarang naga. Di sana ia melihat seekor bayi naga, tapi itu sama sekali tidak terlihat seperti bayi. Ukuran nya yang lebih besar dari nya dan wajah nya yang sama sekali tidak terlihat lucu membuat naga ini tidak cocok untuk sebutan ‘bayi’.
Ini pertama kalinya ia melihat bayi naga, sebenarnya ia sama sekali belum pernah melihat naga. Tapi ia sering membaca buku tentang naga sejak ayahnya masih hidup dan semenjak ayah nya meninggal ia selalu di ganggu oleh orang orang itu.
Ini tidak terlalu besar, kau pasti bisa lucas ucap nya untuk menyemangati dirinya sendiri karena ini pertamakali nya ia melawan naga, meski masih anak naga.
Lucas memberanikan dirinya untuk melangkah lebih dekat ke tempat dimana bayi naga itu berada. Perlahan lucas mulai berlari dan mengayunkan pedangnya. Sebisa mungkin ia berlari dengan suara yang pelan agar bayi naga itu tidak bangun. tapi kelihatan nya usaha untuk memelankan suara langkah kaki saat sedang berlari bukanlah ide yang bagus.
Bayi naga itu tebangun dan meneluarkan sedikit asap dari mulutnya. Mungkin itu caranya untuk menguap dan melihat lucas dengan tatapan pembunuh.
Lucas menghentikan langkah nya untuk melihat posisi dimana berlian kegelapan itu berada. Naga biasanya tidak di anugrahi sebuah batu sihir ditubuhnya kecuali beberapa. Jadi mungkin naga ini termasuk yang tidak di anugrahi, jadi kemungkinan batu itu berada di sekitar nya.
Naga itu bangun dari ‘sarang’-nya.
Saat itu lucas menyadari kalau berlian itu tidak ada di tempat naga itu tiduri.
Lalu dimana berlian hitam itu? Tanya lucas di dalam hati.
Naga itu terlihat sudah tidak sabar ingin menghanguskan lucas dan naga itu langsung menyemburkan api panasnya ke arah lucas.
Lucas tidak akan membuarkan naga itu dengan mudah menghanguskan dirinya. Dengan cepat lucas melompat dan berguling ke arah kanan kemudian berlari untuk membalas serangan naga itu. Untuk tipe orang yang tidak di didik di akademi ia sangat hebat dalam hal menghindari serangan serangan dari naga itu. Bahkan kemampuan nya harusnya sudah cukup untuk menembus akademi tanpa tes.
Naga itu terlihat muak karena semua serangan yang ia berikan sama sekali tidak membuahkan hasil. Tak satupun dari serangan naga itu mengenai lucas dan juga lucas tidak mendapat kesempatan untuk menyerang naga itu.
Lucas terus mengayunkan serangan nya dan selalu di hindari oleh naga itu. Sepertinya naga muda tidak selemah yang ia duga, tidak di sangka naga muda memiliki kecepatan yang lumayan tapi serangan yang cukup lemah.
Sejauh ini mereka masih seri, tapi kelihatan nya si naga muda masih unggul di bidang stamina. Naga muda tidak terlihat lelah.
lucas mulai merasa lelah karena ia mengeluarkan tenaga yang cukup banyak untuk menyerang naga itu. Dan ia harus memikirkan rencana agar ia bisa menang melawan naga itu. Karena target berlian kegelapan itu tidak ada di tempat.
***
Tunggu kelanjutan ceritanya ya! silakan beri kritik dan saran supaya saya lebih baik dalam menulis. Thanks ^_^
Haruskah aku melawan naga itu? Ucap lucas membatin. Ia tergoda untuk tidak melakukan nya dan lari ke suatu tempat yang ia tak ada seorang pun dari kerajaannya tahu tempat itu. Tapi lucas pun tidak tau kemana tujuan nya jika ia kabur, dengan berat hati ia memutuskan untuk menghadapi bayi naga itu sendiri.
Setelah ia menyegarkan dirinya ia berangkat menelusuri hutan untuk pergi ke tempat bayi naga itu. Seperti biasa di jalan ia selalu di hadang oleh monster gunung. Sejauh ini ia selalu melawan monster yang cukup mudah jadi ia tidak terlalu takut dengan monster yang menghadang nya.
Tapi kali ini yang ia lawan adalah singa berkepala elang –griffin.
“Yang benar saja lawan ku adalah griffin” gerutu lucas pelan. Kemudian ia menghunus kedua pedang nya. ia tersenyum penuh tantangan. “Baiklah, kita mulai permainan ini”
Si griffin berlari dengan cepat dan menerjang lucas.
Untung nya lucas dapat menghindari terjangan dari singa kepala burung itu. “Kau boleh juga burung” ejek lucas.
Si griffin terlihat marah mendengar ejekan dari lucas kemudian ia berlari lagi dan berusaha mencakar lucas.
Tapi sayang, lucas cukup handal dalam membalikan serangan. Ia menunduk dan menusuk perut griffin dan perut nya tersobek.
“Ku pikir akan sulit melawan nya” ucap lucas. Kemudian ia mendekati griffin yang sekarat itu dan memenggal kepalanya. “Kepala ini sangat mahal harga nya” ucap lucas sambil tertawa pelan. Kemudian ia melanjutkan perjalanan nya menuju sarang naga yang ada bayi naga nya.
Jarak dari tempat nya melawan griffin ke sarang naga tidak terlalu jauh, ia harus sampai ke sarang naga itu sebelum menjelang malam. Karena jika hari sudah mulai malam naga dewasa nya akan datang dan ia tidak akan mungkin bisa membunuh bayi naga itu, bahkan sebelum ia sempat menggapai bayi nya ia sudah mati oleh naga dewasa.
Tidak lama kemudian lucas sampai di sarang naga. Di sana ia melihat seekor bayi naga, tapi itu sama sekali tidak terlihat seperti bayi. Ukuran nya yang lebih besar dari nya dan wajah nya yang sama sekali tidak terlihat lucu membuat naga ini tidak cocok untuk sebutan ‘bayi’.
Ini pertama kalinya ia melihat bayi naga, sebenarnya ia sama sekali belum pernah melihat naga. Tapi ia sering membaca buku tentang naga sejak ayahnya masih hidup dan semenjak ayah nya meninggal ia selalu di ganggu oleh orang orang itu.
Ini tidak terlalu besar, kau pasti bisa lucas ucap nya untuk menyemangati dirinya sendiri karena ini pertamakali nya ia melawan naga, meski masih anak naga.
Lucas memberanikan dirinya untuk melangkah lebih dekat ke tempat dimana bayi naga itu berada. Perlahan lucas mulai berlari dan mengayunkan pedangnya. Sebisa mungkin ia berlari dengan suara yang pelan agar bayi naga itu tidak bangun. tapi kelihatan nya usaha untuk memelankan suara langkah kaki saat sedang berlari bukanlah ide yang bagus.
Bayi naga itu tebangun dan meneluarkan sedikit asap dari mulutnya. Mungkin itu caranya untuk menguap dan melihat lucas dengan tatapan pembunuh.
Lucas menghentikan langkah nya untuk melihat posisi dimana berlian kegelapan itu berada. Naga biasanya tidak di anugrahi sebuah batu sihir ditubuhnya kecuali beberapa. Jadi mungkin naga ini termasuk yang tidak di anugrahi, jadi kemungkinan batu itu berada di sekitar nya.
Naga itu bangun dari ‘sarang’-nya.
Saat itu lucas menyadari kalau berlian itu tidak ada di tempat naga itu tiduri.
Lalu dimana berlian hitam itu? Tanya lucas di dalam hati.
Naga itu terlihat sudah tidak sabar ingin menghanguskan lucas dan naga itu langsung menyemburkan api panasnya ke arah lucas.
Lucas tidak akan membuarkan naga itu dengan mudah menghanguskan dirinya. Dengan cepat lucas melompat dan berguling ke arah kanan kemudian berlari untuk membalas serangan naga itu. Untuk tipe orang yang tidak di didik di akademi ia sangat hebat dalam hal menghindari serangan serangan dari naga itu. Bahkan kemampuan nya harusnya sudah cukup untuk menembus akademi tanpa tes.
Naga itu terlihat muak karena semua serangan yang ia berikan sama sekali tidak membuahkan hasil. Tak satupun dari serangan naga itu mengenai lucas dan juga lucas tidak mendapat kesempatan untuk menyerang naga itu.
Lucas terus mengayunkan serangan nya dan selalu di hindari oleh naga itu. Sepertinya naga muda tidak selemah yang ia duga, tidak di sangka naga muda memiliki kecepatan yang lumayan tapi serangan yang cukup lemah.
Sejauh ini mereka masih seri, tapi kelihatan nya si naga muda masih unggul di bidang stamina. Naga muda tidak terlihat lelah.
lucas mulai merasa lelah karena ia mengeluarkan tenaga yang cukup banyak untuk menyerang naga itu. Dan ia harus memikirkan rencana agar ia bisa menang melawan naga itu. Karena target berlian kegelapan itu tidak ada di tempat.
***
Tunggu kelanjutan ceritanya ya! silakan beri kritik dan saran supaya saya lebih baik dalam menulis. Thanks ^_^
<<Selanjutnya | Sebelumnya>>

0 comments:
Post a Comment